Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Lebaran Terakhir Waktu Lajang

lebaran terakhir waktu lajang

Syawal 1443 H menjadi lebaran terakhir di waktu lajang. Ya, Zulhijjah depan saya akan menikah dengan orang pilihan saya (dan pilihan Tuhan).

Senior ngopi saya sudah mengucapkan selamat atas lebaran terakhir di waktu lajang ini. Bahkan saat perjalanan mudik ngomongnya begini "Lebaran terakhir dengan pertanyaan kapan nikah!"

Aku hanya bisa tersenyum nyengir. "Siap" jawabku.

Aku mencoba sebisa mungkin menikmati rasa lebaran tahun ini. Menikmati pertanyaan kapan nikah, tebak-tebakan nama, dan silaturrahim saudara-saudara jauh.

Lebaran ini sangat kunikmati.

Bertemu dengan bapak-ibu. Adek-adek yang unik. Menikmati momen-momen yang mungkin akan sulit kudapatkan kedepannya. Bercengkerama, ngobrol, diskusi persiapan nikah dan diselingi dengan humor serta keusilan.

Bertemu dengan bapak ibu selama 7 hari penuh di bulan syawal agaknya bakal terjadi kedepannya. Lebaran depan bakal dibagi, kapan momen ke mertua dan kapan ke rumah orang tua.

Lebaran ini sangat kunikmati

Bertemu dengan tetangga, saling silaturrahim. Mempeluas vibe positif dengan silaturrahim. Meski selalu saja ada sejenis rasan-rasan dalam ngobrol dan berecerita.

Tetanggaku sudah sangat lama tidam bertemu. "Iki sing ndo sing ndi?", "ayo bedhek sek mbah" begitulah tetangga yang sudah panging sama aku dan adikku, Maskan.

Lebaran ini sangat kunikmati.

Bertemu dengan saudara. Saudara dekat, saudara jauh. Bertemu saudara mungkin jadi pengalaman yang berat juga ke depan. Lebaran ini saja, saya tidak bertemu dengan salah satu sepulu yang rumahnya dekat sini. Apalagi tahun depan.

Pertanyaan yang keluar ketika silaturrahim ke saudara ialah "siapa ini", "siapa itu". Sebenarnya sebagian sudah tahu dan sebagian lagi sudah familiar. Hanya saja, apa statusnya dan bagaimana hubungan keluarga ini terbentuk.

Sampailah pada kesimpulan, menjaga silaturrahim dengan saudara itu berat. Apakah saya masih biasa mewarisi tradisi silaturrahim ini? Aku renungkan. Dan silaturrahim semampuku.

Lebaran ini sangat kunikmati.

Mecoba merajut kembali hubungan silaturrahim dengan teman SMA, sebagian guru dan teman-teman lama lain. Aku berkaca kepada temanku SMA yang sudah menikah. Mereka pasti sibuk dengan keluarga barunya. Teman lama masuk dalam prioritas kesekian.

Post a Comment for "Lebaran Terakhir Waktu Lajang"