Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menjadi Konten Kreator; Kenali Langkah Praktisnya

Mudahnya, konten adalah isi yang ingin kita sampaikan kepada khalayak. Konten kreator ialah mereka yang membuat konten dan membagikannya kepada khalayak.

Namun, apakah mudah menjadi konten kreator?

Tidak, semua capaian membutuhkan proses. Kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan lingkungan akan mengantarkan kesuksesan dalam menjadi konten kreator. 

Kita dibekali dengan nature yang cerdas. Mampu belajar dan memahami fenomena-fenomena unik di sekitar kita. Sebagai orang dewasa yang memiliki arah tujuan hidup, kita harus membentuk nurture yang mempu membimbing menuju kesuksesan. 

Apakah mungkin kita menjadi konten kreator...?

Mungkin, menjadi konten kreator tidak sesulit yang kamu bayangkan. Jika kalau menyukainya, tentu itu akan menjadi modal agar kamu konsisten pada bidang yang kamu ingin terjuni.

Semakin Mengerucut Pekerjaan di Era Digital.

Digitalisasi yang terus-menerus dilakukan oleh beberapa institusi baik pemerintah atau swasta menyebabkan pergeseran pekerjaan. 

Era 2000an ketika internet hanya bisa diakses melalui PC, muncul pemasaran model baru: internet marketing,  di era 2010 ke atas ketika Facebook dan Instagram memiliki jutaan user, berkembang pula ilmu tersebut menjadi media social marketing dan Social Media Strategist.

Kini, teknologi semakin canggih. Kecepatan informasi sangat tinggi. Pekerjaan yang dulu ada sekarang makin makin ditinggalkan. 

Perubahan itu hal yang wajar.

How do We Get Benefits as Content Creator?

Ada 3 pola yang bisa kita lakukan untuk memeroleh pendapatan dari membuat konten.

1. Freelance

Menjadi freelance memudahkan diri sendiri karena fleksibel sesuai dengan tujuan individu.  Meski tidak memiliki pendapatan yang tetap, freelance konten krator memiliki potensi kreativitas yang tinggi.

2. In-House Content Creation.

Skema ini digunakan perusahaan untuk melakukan delivery kepada konsumennya. Skema ini mengkaryakan pegawainya (umumnya bagian marketing) untuk membentuk interaksi dengan penggunanya. Kelebihannya, konten kreator  skema ini memiliki salary yang cukup. Namun, biasanya cakupan dan fleksibel kontennya yang kurang mendapat perhatian.

3. Content Creator Agency

Melalui agency, konten creator memiliki pendapatan yang cukup, cakupan konten yang luas tergantung client, dan dapat fokus kepada konten tanpa memikirkan keperluan administrasi dengan client. Namun, ritme kerja pada agensi seringkali sangat kompetitif dan lincah sehingga memerlukan ketahanan lebih.

My Practical Way to Become Content Creator

Memulai menjadi konten kreator paling mudah adalah menjadi diri sendiri. Kenali potensi dasar dari diri sendiri, tiap individu memiliki  potensi-potensi yang untuk bisa dikembangkan menjadi konten yang relevan.

Bagi saya yang suka bermain kata-kata, menulis menjadi langkah awal menjadi konten kreator. Berawal menulia reportase singkat mengenai suatu event, hingga menulis featured yang memerlukan riset kepustakaan yang memadai.

Posisi employee pada salah satu kampus juga mengantarkan saya menjadi konten kreator yang in-house. Meski begitu, kita harus terus belajar sehingga selalu update terhadap perubahan lingkungan dan teknologi. 

Menjadi orang yang menyukai desain, mengembangkan gambar carrousel bisa menjadi pilihan dalam membuat konten. Gambar yang diselipi cerita agar semakin kuat pesan yang ingin disampaikan.

Menjadi orang yang menyukai desain akan lebih mudah belajar editing video, alih-alih menjadi talent yang mejeng di depan kamera.

What Topics of The Content Should We Create?

Pengenalan topik yang sesuai harus dilakukan secara mendalam. Jika terasa berat, we have to do anything until we get "aha!" moment.

If you confuse what topics should you create, so do I. Make a topic should I dive into is so difficult.

Let me start with social engagement that I do. All of my instagram post is telling my social activities, dispite the social things that I do is so rare.

The Next Phase As a Content Creator.

As the Content Creator that leads you as a top tier in expertise, you becoming a Key Opinion Leader (KOL). Just an example: KOL in topics about Colleges and Universities in Indonesia is Danang Giri Sadewa.

Meski begitu,  sekarang dosen pun juga masuk topik ini sangat banyak, di antaranya:  Imam Santoso (Dosen ITB), Made Andi (UGM), Ginanjar (Sebuah kampus di Jateng) dan Hendi Pratama (UNNES).