Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Menikah, Cara untuk Naik Level

Untuk apa sih nikah?

Salah satu jawaban saya adalah untuk naik level. Menikah membentuk ikatan yang memiliki konsekuen status individu yang diikatnya. Status baru, membawa tanggung jawab baru.

Laki-laki memiliki status baru sebagai suami. Perempuan memiliki status baru sebagai istri. Status itu memberikan beban untuk saling diisi. Suami memiliki kewajiban sebagaimana diajarkan agama dan sistem sosial, begitu juga dengan istri.

Bagi laki-laki, seperti saya. Suami akan menjadi surga sekaligus neraka bagi istri. Surga ketika perilakunya baik, menyenangkan, dan mendidik. Neraka ketika perilakunya kasar, menyebalkan, dan toxic.

Berat.

Saya melihat begitu. Tapi dengan memikul tanggungjawab. Manusia bisa menjadi pribadi yang utuh. menjadi individu yang naik level.

Sayangnya, level ini sangat abstrak tidak bisa dilihat dari invividu. Kalaupun bisa pasti jadi bahan rasan-rasan gak ada habisnya.

Dengan menikah, akan banyak tantangan yang harus dihadapi, banyak masalah yang harus diselesaikan. Dari masalah komunikasi, misalnya bagaimana cara berbicara dengan baik dengan pasangan, hingga masalah ekonomi dan  pendidikan.

Banyak argumentasi yang mendorong manusia untuk melakukan pernikahan. Setidaknya alasan Biologis, alasan agama dan alasan sosial.

Mekanisme biologi makhluk hidup tentu ingin mempertahankan jenisnya. Sifat ini ada pada semua makhluk hidup, dari kelompok  monera hingga animalia.

Mekanisme biologis selalu berlomba-lomba mengarah menuju kebiasaan dan sifat yang lebih adaptif.

Bagi manusia, membentuk keluarga, tentu menjadi pilihan yang adaptif. Tanpa membentul keluarga, mungkin manusia lebih rentan terhadap ketidakpastian.

Bayangkan saja, jika 5000 tahun lalu, sorang ibu  hidup sendiri dengan anaknya. Tentu akan lebih rentan terhadap penyakit dan ketidak pastian lain, kejahatan dan serangan hewan.

Begitulah fitrah/keadaan alamiah mausia.  Tatanan sosial dan agama turut mendukung fitra manusia dan mengarah pada proses adaptasi agar manusia menjadi lebih kuat.

Agama memberi argumentasi transenden. Bahwa menikah harus diatur melalui syariat. Siapa saja yang boleh dinikahi dan tidak boleh dinikahi. Mengatur syarat sahnya perkawinan. Mengatur rukun-rukunnya. Yang sebagian berasal dari kitab suci, sunnah nabi maupum tradisi islami.

Jadi. Menikahlah!


Post a Comment for "Menikah, Cara untuk Naik Level"