Bermakna dalam Sains, Bermanfaat bagi Sosial

Sunday, 20 May 2018

Berdamai dengan Skripsi

Masih ingat dengan buku karya senior, "Berdamai dengan Waktu". Saya ingat, buku itu sekaligus kenang-kenangan pernikahan yang diberikan kepada undangan. Menarik, gumanku. Ada keinginan terbesit juga untuk mengumpulkan beberapa tulisan untuk dikumpulkan menjadi buku sebagai sovenir di pernikahanku (entah berapa tahun lagi) nanti.

Berdamai dengan waktu itu soal kesadaran diri terhadap waktu. Penulis mengajarkan, percuma kita memusuhi waktu, dia akan terus memakan kita. Dekati waktu, dan buatlah gencatan senjata dengannya. Seperti andagium terkenal, "waktu itu seperti pedang, jika kamu tidak memotongnya, kamu akan dipotongnya".

Rasanya, membunuh waktu tidaklah istilah yang tepat, karena dia akan terus berjalan diatas velositas-nya. Dekati dia, buatlah perjanjian, setelah itu komitmen. Sekali kita tidak komitmen, kita akan dibunuh kembali oleh waktu.

Rasanya, mirip sekali dengan skripsi. Skripsi yang saya anggap musuh, harus saya taklukan, bukan dengan membunuh atau mencacinya, melainkan berdamai dengannya. Berdamai berarti membuat mu'ahadah (perjanjian), aku adalah wa'idm (subyek janji) sekaligus mau'ud (obyek janji). Sedangkan dia hanya sebagai mau'ud. Jika aku tidak menepati perjanjian, waktu lah yang menjadi hakim atas perbuatanku.

Meski sudah berdamai dengan skripsi, tentu kamu tidak bisa guyon dengannya. Bercanda dengan skripsi tentu hal yang mustahil dilakukan. Dia tidak bisa bicara woey!!.Tapi kamu tentu punya cara berasyik ria untuk menjadikan skripsi sebagai media kreativitasmu.

Untuk para pejuang skripsi di luar sana. Jangan menyerah, masih ada temanmu yang berjuang juga. Bahkan di semester ujung masa studinya.

Untuk pejuang skripsi, berhenti untuk membandingkan dirimu dengan orang lain, bahkan teman karibku sekalipun. Kamu adalah kamu. Aku adalah aku. Apa yang kita tanam, akan kita petik masing-masing.

Biarlah temanmu sudah lulus magister, sedangkan kamu lulus sarjana saja belum. Perlu diingat, kita adalah manusia dewasa. Manusia yang sudah mengetahui apa yang harus dilakukannya masing-masing. Tak iri dengan orang lain, cukuplah menoleh dan jadikan motivasi untuk diri sendiri.

Ingat, setiap orang memiliki garis waktunya masing-masing.

Jokowi jadi presiden di umur 53 tahun sedangkan Sukarwo jadi Gubernur di umur 59 tahun. Bukan berarti Sukarwo kalah dengan Jokowi, akan tetapi sudah ada jatah dan garis waktunya masing-masing.

Salam, pejuang skripsi mahasiswa (pol) akhir.


Wednesday, 11 April 2018

Perjuangan yang belum usai

Saya bukanlah orang yang suka mencak-mencak dalam berargumentasi. Praktis, simpel, dapat dilakukan semua orang yang saya inginkan.

Tentang kuliah yang belum berhasil, aku sadar bahwa akan posisiiku. Akhir-akhir ini, aku punya teman ngopi di kampus, sebagian diantaranya pejuang tugas akhir, baik skripsi maupun tesis.

Sore itu, ada binar kebahagiaan melihat teman seangkatan yang dipersilahkan ujian tugas akhir. Raut wajahnya berseri, aku pun ikut berseri, menyerap energi optimisme yang dia pancarkan.

Menjadi mahasiswa semester akhir itu berat, kamu gak akan kuat. Biar aku saja. 1 sampai 2 semester lebih banyak dari jatah normal itu mungkin cocok, jika sudah masuk 3 sampai 6 semester kelebihan dari jatah seharusnya, seharusnya segera instrospeksi. 

Saya adalah orang yang terlambat introspeksi, menjadi mahasiswa akhir tanpa sahabat perjuangan dalam skripsi itu berat. Aku harus mengais semangat yang tercecer di pojok-pojok kantin dan kafe pustaka.

Aku bahagia bertemu mereka, keberagamaan dalam kursi dan cangkir-cangkir kopi mengingatkan kita tidak pernah sama. Masing-masing memiliki tugas berbeda.

Pagi ini pula aku membuka daftar bacaan dalam bloggerku. Blog dengan tag line Cinta dalam Diam menarik perhatianku kepada tulisan dengan judul "menawarkan dengan bijaksana". Tulisan itu mengingatkanku pada kewajibanku untuk mengenal diri sendiri, menghargai orang lain, dan optimistis dalam menjalankan hidup.

Cerita tentang Drop Out juga disajikan oleh Calon pak kyai itu. Mengambil hikmah dari setiap mozaik perjalanan hidup.

Dan kesimpulannya, aku ingin mengambil hikmah dari kemoloran kuliahku, optimis dalam menyelesaikan skripsi, dan menjadi diri sendiri.

















 

Thursday, 15 March 2018

9 Nilai Penting Hanya Didapat di Film Stip dan Pencil

Trailer MD Picture yang di-upload di Channel Youtube

Film yang dibintangi oleh Ernest Prakasa emang tidak lepas dai unsur komedi. Ditambah lagi bintang-bintang Stand up Comedy seperti Ari Kriting, dan Sang Komentator, Panji Pragiwaksono. Pemain film senior Tora Sudiro dan Nenek Yati Surahman pun terlibat didalamnya. Artis-artis yang saya anggap baru seperti Tatjana Saphira, Indah Permatasari, dan  Ardit Erwanda menjadi tokoh sentral dalam film ini dalam mendampingi peran utama, Ernes.

Meski komedi dalam film ini begiru kental, nilai-nilai yang terkandung didalamnya sangat dalam. Berikut adalah 9 nilai yang saya ambil dari film itu.
#1 Prestasi itu tidak hanya diukur dengan piala

Memang suatu kebanggaan apabila diapresiasi kemampuan kita oleh orang lain. Kita harus berprestasi. Prestasi-prestasi itu yang mengahntarkan kita untuk memiliki kemampuan lebih baik. Prestasi itu pula pijakan kita untuk bernuat lebih baik, berbuat lebih banyak di masa depan.

Setidaknya scene tentang perlombaan essay tingkat nasional yang diwakili 2 kelompok dari sekolah Bina Bangsa penjadi catatan penting. Scene tersebut menceritakan bahwa bukan pelaku utama (Ernest dkk) yang memenangkan perlombaan. Akan tetapi, dia beserta 3 kawannya mampu berjuang untuk memberikan pendidikan kepada anak jalanan. “pengabdian itu lebih dari penghargaan bro”

Prestasi adalah sebuah pencapaian (achievement), tetapi pencapaian tidak selalu diukur dengan perlombaan.

#2 Perjuangan dalam pendidikan seringkali tidak dilihat mata

Fenomena ini seringkali dijumpai. Bahwa perjuangan dalam pendidikan tidak instan seperti mie. Banyak guru didaerah pinggiran yang berjuang untuk mengajar murid-muridnya. Apalagi di luar jawa, di Jawapun. Ada lho sekolah itu yang harus ditempuh berkilo-kilo dengan jalan kaki di musim hujan. Untung saja, pada musim kemarau bisa dilewati sepeda motor. Mampir saja ke desa saya, desa Napis.
Apalagi daerah pelosok di luar jawa?

#3 Pentingnya menanamkan kesadaran dalam berpendidikan

Menanamkan kesadaran pentingnya pendidikan kepada siswa tidak dapat hanya sekadar dengan ceramah. Pembangunan kesadaran, itu harus dirasakan, bahkan dirasakan oleh pendidikan. Peristiwa si ucok dikejar satpol pp menjadi contoh bahwa pentingnya dia belajar membaca dialami oleh kebutuhan individu tersebut.
Kesadaran ini mirip dengan kisah Al-Ghozali tentang bagaimana menghidupkan ilmu agama. Dalam penjelasan KH.Fahrudin dalam video Kajian filsafat Imam Ghozali, agama (dalam hal ini setara dengan ilmu) tidak untuk dilihat dan diperdebatkan, tapi yang penting adalah dialami.

#3 Mengajar itu butuh kesabaran

Tidak akan memperoleh sesuatu jika tidak dengan kesabaran. Film Stip dan pencil, cukup menjelaskan proses itu. Tanpa kesabaran, tentu mudah menyerah setelah tau bahwa pengabdian yang diberikan tidak sesuai dengan respon yang diharapkan. Cuplikan tentang kursi sekolah darurat yang di curi, bahkan mau dibeli lagi cukup memberikan inspirasi bagi kita tentang pentingnya kesabaran.

#4 Masyarakat perlu dididik akan pentingnya pendidikan

Nyatanya, masyarakat kita belum sepenuhnya mengerti ugensi pendidikan untuk anak-anak. Saya menolak prinsip “sekolah agar kerjanya enak”. Sekolah bukan melulu tentang peerjaa. Sekolah adalah menimba ilmu. Dalam Kitab Alala di sekolah diniyah dijelaskan bahwa “Belajarlah, sesungguhnya ilmu itu perhiasan bagi yang memilikinya, dan juga keutamaan dan tanda-tanda setiap perilaku terpuji”
Prinsip pertama, bolehlah kit gunakan untuk mengajak dan menarik minat masyarakat untuk belajar. Akan tetapi, bagi siswa, pelajar, santri, mahasiswa, bukan “pekerjaan” yang dicari. Akan tetapi Hakikat ilmu itu sendiri.

#5 Menjadi beda, potensi terpendam yang luar biasa

Menjadi beda, itu adalah potensi. Dalam pendidikan humanistik, setiap siswa itu adalah unik. Setiap potensi mereka adalah berkah dan bakat yang perlu diasah dan diolah. Guru baiknya menjadi menghantar bakat-bakat siswa untuk terasah sesuai denga potensinya masing-masing.

Ada masalah dibalik pandangan ini. Bagi siswa yang cerdik, pendapat ini digunakan sebagai tameng untuk tidak belajar pelajaran yang disukainya.

Ingat nak, tugas kalian adalah belajar! Apapun hasilnya, kalian harus belajar sekuat mungkin.

#6 Berjuang itu dengan tenaga, ilmu bahkan dengan harta.

Dalam film itu memang yang dijadikan tokoh utama adalah  orang kaya. Mereka bisa berjuang dengan ilmu dengan mengajarkan anak-anak untuk sekolah. Dengan tenaganya dengan meluangkan waktu utnuk mengajar, bahkan dengan hartanya melalui pendirian sekolah, bahkan harus “nyangoni” anak-anak supaya mau belajar.

Maukah kamu berjuang

#8 Perjuangan itu berat apabila hanya dilihat, tapi nikmat jika dihayati.

Mengawali emang sulit. Lihat saja pada awalnya ide ernest itu hanya sebatas untuk membuat esaay, namun jika dilakukan, setiap senyum dari anak yang mampu belajar adalah membuat merea hanyut dalam kenikmatan dalam berjuang

#9 “Nglakoni kui abot, enak sing maido”

Siap-siap di dunia ini pasti ada yang tidak suka. Melakukan hal yang baik saja ada yang tidak suka, apakali melakukan keburukan? Meskipun “dipaido” tetaplah lakukan perinsip yang kamu pegang.

Closing statement.
Hidup didunia ini bukan milik perseorangan, bukan milik berdua (kecuali buat yang sedang kasmaran :D, tetapi kita hidup sebagai makhluk sosial. Yang mampu memberi manfaat kepada sekeliling, bukan untuk diri kita sendiri.

Teruslah belajar, teruslah berjuang.

"Karena setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru"

Friday, 2 March 2018

Flash Blogging; Dari Menghidupkan Pengetahuan hingga Menjalin silaturrahim.

Pelatihan ngeblog dengan istilah "Flash Blogging"
(Dokumentasi pribadi)

Hari ini, jumat, 2 maret 2018 saya berkesampatan hadir bersama para blogger Malang untuk berdialog bersama dalam acara Flash Blogging bertema “menuju Indonesia Maju”. Acara ini sebagi bentuk kerjasama antara Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik dengan Dinas Informasi dan Komunikasi Kota Malang.

Hampir dalam seluruh agenda yang diselenggarakan kementrian selalu lomba ngetweet. Ini demi eksistensi kegiatan kementrian di era digital. Tidak salah, namun esksistensi ini tentunya juga disertai isi dari materi yang diberikan.

Saya bukan orang yang bisa mendayu-dayu menceitakan kegiatan. Saya hanya memberikan paparan mengenai apa yang saya dapat selama pelatihan ini.

#Menghidupkan Pengetahuan
Oke, dalam dunia blogging saya lebih suka menyebut sebagai cara untuk menghidupkan pengetahuan. Berbeda sedikit dengan istilah Sang Emak Mira Sahid yang menyatakan ngeblog itu sebagai terapi jiwa. Blogging bagi saya adalah cara untuk medewasakan cara berfikir agar dapat secara teratur, logis, dan sistematis.

Akan tetapi saya tidak dapat memungkiri bahwa ngeblog sebagai terapi jiwa. Dengan anggapan seperti itu, menulis di blog bukankah suatu yang berat akan tetapi kebutuhan diri untuk terus meluapkan isi hati. Barang kali, terapi jiwa ini dapat saya terjemahkan sebagai “cinta”.

Dengan cinta, kita tidak perlu lagi risau dengan hiruk pikuk segala macam fitnah, gunjingan, black campaign yang meraja lela. Kita tidak mudah pula ikut-ikutan terprovokasi oleh segala  macam ajakan kebencian. Kita tidak mungkin memaksa orang lain untuk sama degan kita, karena itu sudah sunnatullah yang patut disyukuri dan menerima dengan lapang dada.

#Blogging upaya Menciptakan Perdamaian
Tidak luput dari slentingan pelatihan ini, bahkan produsen Hoax pun berani-beraninya menggunakan istilah Muslim Cyber Army. Istilah Saracen juga digunakan sebagi kelompok produsen hoax dan ujaran kebencian. Saracen sebenarnya juga masuk ke dalam istilah yang ditujukan oleh orang Islam. Artikel saya tentang Saracen mungkin akan sedikit membantu
“perdamaian, perdamaian, perdamaia, perdamaian, banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai”
Barang kali lagu era 80-an ini relevan hingga saat ini. Kedamaian bukanlah sesuatu hal yang take for granted. Kedamaian adalah suasana yang perlu diikhtiarkan.

#Bloging Sebagai Ajang Silaturahim.
Silaturrahim adalah hal yang mutlak bagi manusia. Bahkan saya pernah penulis bahwa silaturahim telah ada dalam molekul tubuh kita, bahkan tingkat DNA. Silaturrahim juga bukti kecerdasan seseorang. Bukankah saraf manusia akan menjadi lebih kompleks apabila memori yang diserap lebih banyak?

Itu lah Blogging dalam persepsi saya, blogging bagian dari guru saya. Experience is the best teacher. Ada pula yang mengatakan setiap tempat adalah sekolah, dan setiap orang adalah guru.




Monday, 12 February 2018

Silaturrahim dalam Ilmu Biologi, Gagasan Spektakuler Gus Abdul Basith.


Gus Abdul Basith, M.Pd, M.Si (Penggiat pesantren, penggerak, pelopor #pemudabisa)
Dokumentasi oleh gus Ahsani Fathur Rahman


Abdul Basith, M.Pd, M.Si adalah Gus yang menarik untuk disimak. Beliau termasuk Gus yang nyleneh dan perlu untuk dilestarikan pemikirannya. Jarang ditemukan, seorang Gus yang banyak melalang buana di dunia akademik, khususnya ilmu Biologi, bukan ilmu agama.

Entitas Gus dan ilmu Biologi merupakan kubu yang sering dihadapkan secara diametral. Perdebatan agama (yang diwakili entitas Gus) vs sains (yang diwakili entitas ilmu biologi) masih seksi hingga kini. Rasanya, bahasan itu tidak pernah Alfa dari  kajian ilmiah dari masa ke masa. Bahkan celeteukan itu secara spontan dalam diskusi-diskusi ringan di warung kopi. Paduan kedua entitas itu ada dalam diri Gus Basith. Dipadu dengan konsep alami, natural, filosofis dan tidak terkesan Cocoklogi.

Konsep baru bagi saya adalah tentang silaturrahim yang merupakan konsep Biologi. Bagaimana konsep itu?

Silaturrahim adalah konsep Islam yang menarik. Konsep ini mampu memberikan ikatan antar manusia. Bahkan, ada sebuah hadist menyatakan ”Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi  ". Begitu yang saya comot dari NU online.

Sedangkan, dalam kajian ilmu Biologi terdapat ruang lingkup dari sel, hingga biosfer. Nyatanya saling terhubung (silah) adalah sunnatullah yang terdapat pada seluruh lingkup bahkan mulekuler sekalipun.

Dalam bidang Genetika, terdapat susunan Deoxiribonucleic Acid (DNA) yang berbentuk rantai ganda panjang bepilin. Di dalamnya terdapat susuan basa nitrogen, gula ribolusa dan fosfat. Untuk menjadi berpilin ganda, basa nitrogen memiliki ikatan dengan basa nitrogen lain dengan ikatan yang spesifik. Jika terjadi kesalahan sambungan karena salah satu basa terganti, hilang, atau berubah bentuk sekalipun, maka akan terjadi kecacatan. Kecacatan ini lah yang disebut mutasi.

Mutasi, bukan soal keluar masuk seperti data siswa di sekolah. Mutasi genetik terjadi karena keluar (hilang), masuk, atau berubah sekalipun. Menariknya, berubahan itu tidak lah menjadi molekul yang lain, tetapi molekul itu sendiri, namun terdapat gugus yang hilang atau terbentuk. Perubahan ini ditemui dalam bentuk tautomerisasi, hanya dengan perubahan gugus amino dari adenin dan sitosin. Hubungan mereka langsung putus dengan pacarnya rekannya, Timin dan Guanin.

Kaitannya dengan silaturrahim, ikatan hubungan silaturahim tidak hanya terganggu oleh hilangnya atau munculnya seorang individu. Namun, silaturrahim terganggu dengan perubahan individu tersebut. Mutasi silaturrahim tentu saja menyebabkan kematian yang tidak kalah  mematikan dengan kanker.  Kalau gak percaya, baca  hadist diatas lagi. 😁

Kesimpulannya
"Kalau ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan  rizkinya, jangan bermutasi!"

Dengan menemukan kearifan dalam penelitian. Tidak mudah memang untuk  keluar dari belenggu teknis keilmuan yang akhirnya memenjarakan ilmuan. Ilmuan harus terus menggalakkan makna filosofis yang ia jalani, sehingga penelitian sains-nya bermanfaat langsung bagi khayalak. Lebih dari korban kapitalisasi ilmu pengetahuan.

Jika anda suka dengan artikel ini, tulis nama email di kotak bawah itu. Atau bagikan melalui media sosial anda.

x

Saturday, 3 February 2018

Sosiobiologi vs Biologi Sosial

Menggabungkan dua disiplin ilmu yang berbeda akan terasa aneh bagi pemula, namun tidak dengan ilmuan. Vis a vis IPA vs IPS nyatanya hanya selesai pada tingkatan SMA. Kali ini akan membahas anak kandung IPA, Biologi, dan anak kandung IPS, Sosiologi ketika dipertemukan.

Dalam beberapa artikel saya menemukan disiplin ilmu yang mempertemukan kutub ilmu sosial dengan kutub ilmu alam. Ada istilah Sosiobiologi, ilmu sosial yang didukung ilmu-ilmu biologi, dan, Biologi Sosial yakni penerapan konsep-konsep dasar Biologi untuk memecahkan masalah sosial.

Pertama, kita bahas Sosiobiologi

Fokus kajian Sosiobiologi adalah bidang sosial. Ahli Sosiobiologi meyakini bahwa perilaku-perilaku sosial telah dibawa sejak dalam gen, lingkungan hanya mempertegas sikap itu. Ahli Sosiobiologi membantah bahwa perilaku sosial sepenuhnya dibentuk oleh lingkungan.

Selain itu Sosiobiologi berkaitan erat dengan teori evolusi. Perilaku sosial manusia tak lepas dari kebutuhan biologis sebagai mamalia jenis primata. manusia tetap membutuhkan toilet, untuk keberlangsungan metabolisme dalam tubuh, meskipun di luar angkasa sekalipun.

Sosiobiologi mengajak kita menghubungkan perilaku psikologis dan sosial sebagai bentuk evolusi manusia jaman dahulu. Hal yang lumrah jika psikologis laki-laki menguasai segala sesuatu yang general namun lemah dalam penguasaan hal-hal detail. Sedangkan perempuan memiliki kelebihan untuk mengingat sesuatu yang detail namun kurang menguasai hal yang general.

Hal yang paling mencengangkan ialah fakta kemampuan membaca peta oleh laki-laki yag lebih baik dari perepuan. Hal ini disebabkan bahwa nenek moyang manusia memiliki kemampuan navigasi jarak jauh untuk berburu dan menghindari bahasa di luar. Dan kemampuan navigasi jarak jauh itu berevolusi menjadi kemampuan lebih dalam membaca peta.

Sebaliknya, nenek moyang perempuan mengatur goa, mengurus anak, dan memasak. Maka, perilaku itu diwariskan kepada perempuan hingga jaman ini, sehingga perempuan memiliki kemampuan lebih untuk mengingat benda benda yang ada di sekitar rumah.

Tentu bagi mereka yang mendukung feminisme, akan menolak pendapat ini.

Oke, kita sudahi membahas Sosiobiologi.

Selanjutnya kita membahas Biologi Sosial.

Berlawanan dengan Sosiobiologi, kajian utama Biologi Sosial terdapat pada ilmu Biologi untuk diterapkan sehingga memecahkan masalah sosial. Semua masalah sosial yang dapat di atasi dengan disiplin ilmu ini, terutama pada kemiskinan, gizi buruk, demografi, pertumbuhan penduduk, kelaparan, perumahan kumuh, diversifikasi pangan dan lain sebagainya.

Biologi sosial tampaknya lebih praktis untuk ditetapkan. Kajian ini lebih massif pada ilmu-ilmu turunan dari Biologi seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan kesehatan masyarakat hingga program keluarga berencana. Konsep-konsep Biologi yang diterapkan dilaksanakan secara gradual dan berkesinambungan agar maksimal hasil yang di dapat.

Sebagai contoh kajian biologi sosial adalah kemiskinan dan kepadatan penduduk. Untuk menurunkan kemiskinan salah satunya dengan meningkatkan produktivitas masyarakat melalui program pertanian dan perikanan (sebagai contoh pekerjaan dengan Biologi). Selain itu dengan inovasi tumbuhan tanaman pokok, sehingga harga pangan cenderung stabil dan masyarakat miskin mampu membelinya.

Kepadatan penduduk dapat ditekan dengan adanya program keluarga berencana. Pilihan jenis alat kontrasepsi dikembangkan dari konsep-konsep reproduksi yakni menghalangi proses fertilisasi. Kali ini sudah ada kontrasepsi hormonal dan mekanik. Mungkin suatu saat akan muncul jenis kontrasepsi baru yang lebih efektif dan efisien serta efek samping sangat minim.

Kesimpulan

Dalam belajar, tidak baik untuk memandangi secara hitam-putih terhadap ilmu-ilmu. Ilmu akan tetap berkembang jika mengalir dan diasosiasikan dengan keilmuan lain.

Sosiobiologi dan Biologi Sosial merupakan bentuk asosiasi itu. Integrasi keilmuan ini bisa menghidupkan pengetahuan alam  yang bermanfaat bagi sosial dan menghidupkan pengetahuan sosial yang didukung ilmu Biologi. Terlalu berlebih meng-klasifikasikan ilmu akan membuat ilmu itu semakin kerdil. Dengan tambahnya pengetahuan semakin kaya, kita akan belajar bijaksana dalam bersiaplah sehari-hari.

Jika anda suka dengan artikel ini, tulis nama email di kotak bawah itu. Atau dengan mengikuti blog ini.

Wednesday, 24 January 2018

Cara tepat menangani LPG yang membeku

Ilustrasi, gas LPG 3 Kg

Dalam artikel sebelumnya, saya sudah memaparkan alasan mengapa LPG baik secara Fisika maupun Kimia secara sederhana. Jika belum, alangkah baiknya dibaca.
Baca yuk, Tabung gas membeku ketika api terlalu besar? Lihat jawabnya secara Inilah jawaban tabung gas membeku saat api terlalu besar secara Termodinamika. 
Sebelum menggunakan LPG, pastikan dengan benar antisipasi kesalahan penggunaannya:
#1 Regulator yang digunakan. Pastikan regulator yang digunakan rapat, dan masih berfungsi normal. Kebocoran dapat diketahui dari baunya seperti sisa gas biologis
#2 Penempatan LPG pada ruangan yang cukup sirkulasi udara.

Saja jelaskan bahwa gas LPG hanya membeku, jika gas dikeluarkan secara banyak dan dipaksa keluar dalam waktu tertentu. Untuk kategori rumah tangga, jarang ditemukan masalah ini.

Langkah tepat yang harus dilakukan saat LPG membeku saat digunakan
#1 Menggoyangkan tabung secara pelan, cara ini ampuh untuk menghabiskan sisa-sisa gas LPG akibat membeku.
#2 memastikan goyangan pada itu tidak menimbulkan kebocoran pada regulator.

Untuk regulator yang besar dan biasa digunakan untuk warung makan, cenderung aman jika digoyang. Untuk regulator kecil, skala rumah tangga, belum pernah ditemui gas sampai membeku. Kecuali, kalau dibuat memasak untuk nikahan, beda lagi.

Sebenarnya aman lagi kalau dibiarkan, tapi kalau takut masakannya gak matang. Mendingan, goyang dong!!😅😁

Selamat mencoba, segera ganti jika gas sudah abis. Share kalau menurutmu bermanfaat bagi kehidupan sosial. 😁

Ingin tau tentang LPG yang membeku? Tulis Email Kamual atau dengan cara mengikuti blog ini.

Blogging; Secagai Cara Menghidupkan Pengetahuan


Pengetahuan akan hilang, minimal pudar lah jika tidak dihidupkan. Pasti kita pernah merasakan kalau dulu kita paham tentang suatu materi, bahasan, tetapi kini sangat sulit untuk menjelaskannya kembali.
"Inilah tanda-tanda pengetahuanmu sudah mulai hilang."
Suatu  ceramah yang sangat menarik saya dapatkan ialah tentang kajian filsafat di Masjid Sudirman, Jogjakarta. Pengajian yang diasuh oleh KH. Fakhruddin Faiz ini bagiku di luar kebiasaan masjid-masjid kini. Ketika kita kehilangan ingatan terhadap ilmu yang telah kita pelajari, ilmu itu sudah tidak hidup di pikiran kita.
"Untuk menghidupkan ingatan itu, kita harus menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari kita. "
Menariknya, belajar seperti ini selaras dengan Teori Sosial tentang intelektual organik yang digagas Gramsci atau teori Raushan Fikr oleh Ali Syari'ati. Sederhananya, salah satu menjadi intelektual organik adalah dengan menghidupkan ilmu-ilmu yang telah kita peroleh, sehingga dapat menemukan hal-hal baru (inovasi) yang dapat memberikan manfaat sosial.

Pun selaras dengan kajian Islam, bahwa ilmu itu harus diamalkan, atau dialami. Selaras dengan tradisi islam israqi melalui pendekatan tasawuf hingga thariqat.

Oke, saya mencoba memanggil kembali ingatan saya tentang materi yang telah aku pelajari sebelumnya, terutama tentang Biologi. Beberapa diantaranya tentang molekuler. Artikel mendatang juga kan ada tentang Biologi Sosial, atau tentang Fisiologi.
"Nantikan saja lah makalah-makalah kuliah saya yang kan dijadikan artikel renyah ala blog"
Penjelasan materi molekuler mayoritas membahas tentang genetika, didalamnya terdapat resume yang telah aku kerjakan baik pribadi, maupun secara berkelompok. Salah satunya dengan teman sekelas, Silvanie Giyanatta.

Saya tertarik mengenai bahasan agama, akan tetapi tidak sampai mampu membuat artikel Biologi prespektif al-Quran yang dilakukan oleh Yunda Leni. Maklum lah, saya tidak kuliah di kampus "Islam", sebatas  "Negeri". Tapi over all, salut dengan blognya yang telah mencapai ratusan viewer perhari.

Materi genetika sangat berkesan bagi saya, selain resume ini benar-benar orisinil, aku juga bisa melacak ingatanku kembali. Meski (bagiku) tidak mudah memahami kalimat tanpa gambar/ ilustrasi yang mendukung.

Resume ini tidak serta-merta saya posting. bahasan yang saya unggah telah ini mengalami proses editing supaya lebih enak dibaca. Apabila belum enak dibaca, itu merupakan keterbatasan saya dalam menjelaskan pengetahuan saya.

Materi genetika yang pertama dan sudah lama saya upload adalah tentang Regulasi Gen pada Prokaryotik hingga regulasi mengapa sel menjadi kanker yang berasal dari protoonkogen . Akhir kata, mari kita blogging untuk menghidupkan pengetahuan, pun sebenarnya bukan satu-satunya cara.

Jika anda suka dengan tulisan ini,  silahkan tulis email pada kota di bawah. 

Fakta Kanker; Produk Protoonkogen adalah Kunci Regulator pada Pembelahan sel

APA ITU PROTOONKOGEN?
Onkogen adalah gen yang temodifikasi sehingga meningkatkan keganasan sel tumor, gen ini berperan pembentukan tumor hingga menjadi kanker. Sedangkan Protoonkogen adalah awal mula onkogen, gen ini memainkan pada peran penting dalam kontrol pembelahan sel. Ada 4 kelompok protoonkogen yaitu:
#1 Protoonkogen  yang megkode faktor tumbuh/grouth factor (s-cis) atau reseptor grouth factor (c-fms, c-erbB)
#2  Protoonkogen  yang mengkode protein pengikat GTP dengan aktivitas GTPase (c-H-ras, c -K-ras, dan N-ras)
#3 Protoonkogen  yang mengkode protein kinase (c-abl, c-fes, c-fgr, c-fps, c-ros, c-rsc, dan c-yes)
#4 Protoonkogen yang mengkode regulator transkripsi (c-fos, c-jun, c-erbA, c-myc dan mungkin saja  c-myb, dan c-ets

Produk protoonkogen adalah faktor tumbuh/grouth factor dan reseptor faktor tumbuh yang dikode oleh c-erbB dan c-fms. Sehingga jelas bahwa faktor tumbuh memiliki reseptor. Reseptor tersebut memiliki protrin kinase spesifik yang terlibat dalam dalam petransferan sinyal dari permukaan sel ke nukleus. Pentransferan  dari permukaan ke nuklrus melalui tansisi allosterik berupa autofosforilasi

Protein c-src dan produk beberapa protein yang berhubungan dengan protoonkogenesis juga memiliki protein kinase secara spesifik tetapi bergabung dengan membran sitoplasma.  Tetapi kurang dapat dimengerti bagaimana tranfer informasi tersebut.
Pjun dan pfos Sebagai Aktivator Tanskripsi Gen
Kompleks inti diaktifkan oleh beberapa gen. Produk dari c-jun menjadi faktor AP-1 yang merupakan faaktor transkripsi yang mengiduksi komplek promotor tumor. Faktor AP-1 mengikat enhacer pada gen metallothiloid IIA dan enhacer elemen pada genom virus 40. Bagian pengikatan DNA untuk AP-1 memiliki memiliki untaian initi berupa TGACTCA. Seangkan produk protoonkogen membentuk komplek erat dengan produk c-jun. Kedua protoonkogen mengandung kaya leucin  yang potensial membentuk α helik dengan sisi rantai leusin. Kompleks protein ini disebut leucine zipper yang memiliki daerah aktif TGACTCA.

Asal-Usul Mutasi Terhadap Onkogen Seluler Ras
Keberadaan onkogen dapat diidentifikasi dari keamapuan sel mengubah bentuk jika dia ditumbuhkan pada medium kultur.
Ketika onkogen pada sel kanker manusia di kloning dan  seringnya ditemukan adalah derivat dari ptotoonkogenesis c-ras. Gen pada vertebrata mengandung 3 yang berbeda, tetapi berhubungan dengan protoonkogen, keduanya yatu c-H-ras dan k-ras yang dekat hubugannya dengan v-as onkogen
Daftar asal-usul mutasi pada onkogen c-ras pada sel kanker
SUMBER JARINGAN
ALEL ras
KODON
12
59
61
Sel Manusia Normal
c-H-ras
GGC
gly
GCC
ala
CAG
gln
Sel Manusia Normal
c-K-ras
GGT
gly
GCA
ala
CAA
gln
Sel Manusia Normal
N-ras
GGT
gly
GCT
ala
CAA
gln
Kanker Kantong Kemih
EJ/T24-Hras
CTC
val
GCC
ala
CAG
gln
Kanker  Paru-Paru
HS242-H-RAS
GGC
gly
GCC
ala
CAA
gln
Kanker Paru-Paru
CALU-K-RAS
TGT
cys
GCA
ala
CAA
gln
Kanker Usus Besar
SW480-K-RAS
GTT
val
GCA
ala
CAA
gln
Kanker Paru-Paru
LL-K-10-RAS
CGT
arg
?
?
Kanker  Kantung Kemih
A1698-K-RAS
CGT
arg
?
?
Kanker Paru-Paru
PR731-K-RAS
TGT
lys
?
?
Kanker Paru-Paru
PR310-K-RAS
GGT
gly
GCC
ala
CAT
his
Neurobastom
SK-N-RAS
GGT
gly
GCT
ala
AAA
lys
Melanoma
MEL-N-RAS
GGT
gly
GCT
ala
AAA
lys
Carconima Paru-Paru
SW1271-RAS
GGT
gly
GCT
ala
CGA
arg

Translokasi Breakpoint Pada pokus Protoonkogen
Telah diketahui korelasi antara tipe-tipe kanker tertentu dengan dan perubahan yang spesifik pada bentuk kromosom.  Perubahan tersebut bisa terjadi secara insersi, delesi dll. Contoh paling sederhana pada philadelphia dan yang merubah kromosonm 22 yang kehilangan segmen.  Kromosom yang tidak beraturan juga terlihat pada leukimia myelogenus kronis.

Aktivasi Insersi pada Protoonkogen
Virus RNA tumor terdapat 2 tipe berbeda:
#1 Virus pembawa akut seperti sarkoma rous yang membawa oncogen seperti v-src
#2 virus  transform lambat yang tidak membawa onkogen dan menginduksi transformasi sel menuju keadaaan neoplasik hanya setelah terjadi pelebaran periode laten. virus  transform lambat paling sering menginduksi kanker dengan bergabung membentuk proviru yang berdampingan dengan protoonkogen dan mengaktifkan protoonkogen menjadi over terekspresi.  LTR pada bentuk DNA-provirus juga mengandung enhancer/promoter yang dapat meningkatkan angka transkripsi dari gen yang berdampingan.

Contoh kejadian ini terdapat pada limpomas B yang diinduksi oleh virus leukosis unggas (ALV). Irus ini bergabung membentuk provirus dan dan berdampingan dengan gen c-mycprotoonkogen dan ditranskripsi meningkat 30 hingga 100 kali lipat dari pada sel normal. Transkrip mengandung untaian ALV LTR  yang pada ujung 5’ mengindikasikan bahwa transkripsi diinisiasi dari LTR promoter.

Pembesaran Protoonkogen pada Sel Kanker
Satu mekanisme yang mengarahkan untuk meningkatkan level sebagian produk gen pada sel adalah dengan memperbesar jumlah kopian (DNA) yang mengkode produk. Peningkatan ini juga terlihat jelas pada saat oogenesis pada hewan.  Akhir-akhir ini diindikasi bahwa protoonkogenesis yang spesifik seringkali diperbesar pada berbagai tipe kanker. 

Asal-Usul  Onkogen Virus
Pada saat ini terlihat bahwa onkogen retroviral terlibat pada dari normal protoonkogenesis seluler. Awalnya diperkirakan homologseluler dari onkgen virus yang bergabung menjadi provirus retrovirus. Perbedaan inti pada protoonkogenesis sel mengandung intron sedangkan onkogen adalah ekson tunggal.

KANKER SEBAGAI PRODUK AKHIR PADA PROSES MULTI TAHAP
Dari seluruh data yang ada yang banyak diindikasikan bahwa tahap kanker adalah prduk akhir dari proses dari banyak tahapan. Pada sebagian eksprerimen yang digunakan bisa jadi dari tahap-tahap yang telah disebutkan. Pembentukan induksi pada onkogen yang diamati pada kutur sel tidak diragukan merupakan dari jalur yang kompleks.

Pada kenyataannya banyak hal-hal yang salaing berikaitan dan saling mendukung paada promoting ransformasi neoplastik. Pada akhirnya keterkaitan merekan pada perkembangan tumor ganas terus menerus dan penelitian lanjut pada protoonkogenesis dan onkogenesis menghasilkan informasi penting tentang siklus molekular yang mengntol proliferasi pada eukariot tinggi seperti manusia.

Akhir kata, kenyataan ini memperkuat bahwa kanker bukan serta merta-dari lingkungan. Ada faktor internal individu yang mempunyai penaran penting. Dukungan sosial bagi penderita kanker mutlak diperlukan untuk saling memotivasi. 

Jika anda ingin mengetahui lebih, silahkan ikuti blog ini, kami jamin tidak akan ada spam di Email anda.

Credit

Resume Mata kuliah Genetika  oleh Aliyul Murtadlo, Silvanie Giyanatta Pendidikan Biologi UM angkatan 2012

Followers

Translate

Copyright © BIOLOGI DAN SOSIAL Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger

Design by Anders Noren | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com